bagai mentari, cinta itu menghangatkan
bagai air, cinta itu menyejukkan
bagai pelangi, cinta itu memberi warna kehidupan
bagai semilir angin, cinta itu memberi kesegaran.
namun..
bagai kristal, hati dapat terpecah belah karena cinta
bagai api, hati dapat terbakar oleh cinta
bagai pedang, hati dapat teriris cinta
bagaikan malam, cinta dapat membutakan...
Selayaknya cinta membuat pemiliknya bahagia bukan sengsara.
Seharusnya cinta membuat semangat meraih kebaikan.
Cinta yang dibangun karena ketaatan pada ALLAH maka tak akan ada kata menyakitkan, karena hati tempat bersemayam cinta semata-mata ditautkan dan hanya di sesuaikan dengan keinginan Sang Pemilik Cinta..
Dia mencinta, bila ALLAH cinta
Dia membenci, bila ALLAH benci..
Hatinya penuh ketawadhuan, karena hanya ALLAH yang TerAgung baginya
Hatinya penuh keiklasan, karena dia tahu takdir ALLAH yang terbaik baginya
Hatinya penuh kekusyu'an, karena dia tahu ALLAH selalu meliputi setiap geraknya
Hatinya penuh kesabaran, karena dia tahu ujian adalah rasa cinta ALLAH padanya
Hatinya penuh ketawakalan, karena dia tahu janji ALLAH adalah benar
Hatinya penuh keridhoan, karena dia sangat berharap ridho ALLAH...
Cinta telah membuatnya hanyut dalam samudra keimanan, ketakwaan, keistiqomahan dalam menjalankan ketaatan pada Pemilik Cinta..
Cahaya cinta yang menghias hatinya memancarkan keindahan melalui pancaran wajah yang berseri, lisan yang santun berucap dan tak ada yang sia-sia, laku yang menampilkan ketawadhuan seorang mukmin/mukminah sejati...
Pancaran cahaya cinta itu juga menampilkan dirinya seorang yang pantang berputus asa dalam menapaki jalan kebenaran, tidak pernah kecewa terhadap sesuatu, selalu meningkatkan kebaikan sesuai kemampuannya...
Ternyata cinta yang dibangun karena kecintaan pada ALLAH dapat mengubah kepribadian seseorang menjadi pribadi bertaqwa...
Benarlah kata orang..
karena cinta, sebuah batu dapat diasah dapat menjadi permata
karena cinta, sebuah titik-titik jika disatukan dapat menjadi nada
Cinta... jangan menjadikan kita menjauh dari Sang Pencipta..
karena itu bukan cinta... namun adalah hawa nafsu semata..
yang akan menjerumuskan dan menyesatkan...
Adalah cinta sejatinya...
yang semakin membuat hati semakin mengenal makna hidup sesungguhnya
Dan...selayaknya cinta semakin mendekatkan hati kita pada-Nya..
Karena sesungguhnya Cinta adalah DIA yang mensifati.
^^ ^^الفر دوس
Minggu, 03 Maret 2013
Kamis, 27 Desember 2012
Belajar dari Petani
perjalanan hidup yang telah berada dalam rencana-Nya memang begitu teratur. sesuai dengan karakterku yang berusaha ingin menjadi pribadi yang teratur ^-^.
sepanjang jalan kunikmati jajaran persawahan yang mulai menghijau dan tumbuh dengan tenang. petani-petani berbondong-bondong menyusuri jalan setapak di tepian sawah, menyandang alat sederhana ,cangkul dan sabitnya. Di pandangan lain mereka berjajar mengayuh sepeda menyambut mentari pagi yang mulai menyingsing. Hembusan angin sepoi-sepoi ,suasana pedesaan begitu terasa. setelah beberapa bulan merasakan hawa kota yang menyengat, inilah saatnya menyegarkan diri ( pikirku).
Memperhatikan setiap petak sawah yang terbentang luas di sepanjang poros jalan membuatku kagum, tertegun, begitu segar mata ketika melihatnya. Rasanya ingin turun dan menghabiskan waktu pagi itu di antara suasana indah itu, seraya membayangkan sedang berada di kampung halaman. masya Allah ,, ini kuasa-Mu aku rindu kampungku ( namun ku tepis).
Kupejam mata sejenak di tengah-tengah konsentrasiku memperhatikan hijaunya pelataran daerah itu. aku mulai merenung, betapa dari hal sekecil apapun di sana aku mendapat satu pelajaran berharga. betapa tidak, apakah kita selama ini pernah memikirkan bagaimana para petani menanam padi di lahan taninya ,hingga dapat terlihat rapi dan sejuk dipandang mata dan kita dapat mersakan hasilnya sebagai makanan pokok kita sehari-hari ? sebuah pertanyaan sederhana , yang seharusnya menggugah kita bahwa sebuah hal kecil itu memiliki makna.
Ku katakan demikian , bahwa para petani menanam benih-benih padi itu tidak serta merta lepas dari sekecil-kecilnya ilmu. meskipun mereka mayoritas masyarakat yang tak mengenyam pendidikan ,namun, perhatian dan ketelitian. ilmu yang mereka dapat memang bukan di dapat dari kegiatan formal seperti para ilmuwan hebat di zaman ini. tapi dengan kepiawaian mereka dari sebuah pengalaman yang memberikan kontribusi besar bagi kehidupan masyarakat.
para petani juga akan kesusahan jika mereka salah dalam melakukan teknik penanaman, hasil panen gagal . begitu juga jika perawatan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan ukurannya. sehingga mereka tahu betul bagaimana agar dapat mendapatkan hasil yang baik. jika disimpulankan , bahwa ketelitian dan kesungguhan lah yang mendorong para petani bekerja untuk menghasilkan produk yang baik.
tetapi, apakah kita pernah berpikir mengapa kita hanya tinggal diam, padahal kita mendapat kesempatan mengenyam pendidikan selama bertahun-tahun ,dan justru lebih banyak menyia-nyiakan ilmu yang di dapatkan. tak ada yang bisa kita berikan untuk kehidupan ini kecuali hanya dengan materi yang kita miliki. malah, sekarang seakan pendidikan di zaman ini hanya menjadi sebagai formalitas derajat di hadapan sesama manusia, bukan bagaimana seseorang menjadi manusia produktif. padahal kesempatan begitu besar di hadapkan kepada kita.
tentu jika dibandingkan dengan para petani yang hanya berbekal tahu saja kita para pelajar memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dari mereka , tapi fakta telah mebalikkannya. bahkan kita menganggap remeh orang-orang kecil di sekitar kita , padahal kadang tanpa kita sadari mereka memiliki banyak jasa bagi masyarakat di sekitarnya.
maka, sebagai orang berilmu tak sepantasnya kita menyai-nyiakan bekal ilmu itu hanya untuk merendahkan orang lain. dan ketahuilah bahwa segala sesuatu itu butuh ilmu, meskipun hanya di dapat dari hal paling kecil sekalipun.
semoga kita termasuk orang -orang yang beruntung dan bermanfaat wahai orang-orang yang berilmu. :)
kini kumemulai dengan sedikit menghela nafas. rasa bosanku mulai hadir . ingin melepaskan lelah ini bersama mata-mata hening yang menunggu di belahan seberang jalan. tangan ini mengering, mengharap belaian kasih yang dulu sempat kusemai. sepi, tergambar dalam malam-malam gelapku. raut muka penuh rindu melambaikan jemari-jemarinya mengharap kusentuh dan kupegang erat.
senyuman, tawa, air mata bisa kurasakan jika aku merasakan perjuangan melawan hamparan kering dedaunan dakwah yang semakin tersingkap. ku tahu kawan perjuangan kalian di sana begitu berat. aku pun begitu. namun, dengan sebongkah tekad mengabdi untuk negeri, agama dan umat yang mennanti di masa kelam ini membawa langkah kita tuk tegar, ikhlas dan kuat menghadapinya.
jangan berhenti di jalan ini kawan, bawalah cita-cita suci ini dalam perjuangan abadi hingga hembusan nafas terakhirmu.
Kamis, 20 September 2012
pagi
mata ini kembali terbuka , setelah melihat sepotong mimpi semalam
menengok alarm yang berbunyi , pukul 03.00 terpampang
berusaha bangun, duduk sejenak , berpikir ,berdoa dan beranjak
perlahan membuka kran mengalir deras . ku basuh seluruh bagian wudluku terasa begitu damai
pagi yang sepi tak ada mata memandang , tak ada suara berkumandang, dan aku percaya tuhan sedang bersamaku.
berjalan kembali meraih sepasang pakaian sholatku, ku gelar sajadah biruku, kupasang perlahan satu demi satu hingga menutup seluruh tubuh ini.
aku siap,,, siap dengan segala doa ,,siap dengan perjumpaan mulia...
kulantunkan sepotong doa kuresapi, kecerna, begitu hebat, berat , dan tangis tak kuasa memecah hening pagi itu.
gelap, mengalir deras butiran-butiran air mata, desah panjang ayat-ayat keesa-an menghiasi dan melengkapi pertemuaan itu.
kupanjatkan salam kesejahteraan diantara malaikat-malaikat malam.
kegelisahan masih membekas, kesalahan - kesalahan masih membayang. memanjatkan ampun kepada Tuhan Sang penguasa alam.
siang,
terik mentari pagi berbaur dengan panas menyengat hawa duniawi sepanjang perjalanan menuju tempat dirasah. MasyaAllah, bau asap mengepul dimana-mana. capek . berusaha menghindar dari pengemudi 'ngebut" , hampir saja. melaju kencang , sampai tikungan kampus dan sampai juga. alhamdulillah 15 menit diperjalanan melelahkan.
semua sudut jalan , sepi, hanya beberapa orang lulu lalang lewat keluar masuk gerbang fakultas. melirik jam 5 menit lagi masuk,,, larii...
huh, sampai di kelas.
teringat satu kata Pengasuh " disiplin ". dan aku sadar itu begitu penting. begitu penting waktu yang telah kita sia-siakan walau hanya sedetik.
mungkin Tuhan membukakan jalan untukku ,, menyadarkanku,mengingatkanku, Allahu Rabbi... begitu banyak kekurangannku menghargai waktu. hampir saja telat.
Malam tiba,
kembali mendesah melihat langit-langit ruang kamar asrama. sudah mulai berkurang suara-suara teriakan kawan-kawan yang terdengak sejak mata terbuka. meski masih sibuk mengotak-atik handphone, aku sempat terdiam. dan berpikir. berapa lama lagi aku berdiri menapakkan kaki di sini. berapa lama lagi harus menjalani hidup dengan setiap sistem yang kadang membuat kesal. begitu juga teman-teman. tapi,,,
kadang ada sisi benar jika dilihat, semuanya dikembalikan kepada diri masing-masing. semua ada hikmahnya. positif thinking, easy going aja lah... sesekali ingat perkataan teman.
mungkin saat inilah mulai harus mendongkrak hati supaya tetap up grade dan tetap mengopor-opori semangat untuk tetap membara. ان الله معنا. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita. jika kita selalu bersyukur dan mengingatnya Dia pasti akan selalu hadir memberikan rahmat dan hidayah-Nya .
keep our spirit on Islam,,, barakallahu fiiyaa wa fiikum
mata ini kembali terbuka , setelah melihat sepotong mimpi semalam
menengok alarm yang berbunyi , pukul 03.00 terpampang
berusaha bangun, duduk sejenak , berpikir ,berdoa dan beranjak
perlahan membuka kran mengalir deras . ku basuh seluruh bagian wudluku terasa begitu damai
pagi yang sepi tak ada mata memandang , tak ada suara berkumandang, dan aku percaya tuhan sedang bersamaku.
berjalan kembali meraih sepasang pakaian sholatku, ku gelar sajadah biruku, kupasang perlahan satu demi satu hingga menutup seluruh tubuh ini.
aku siap,,, siap dengan segala doa ,,siap dengan perjumpaan mulia...
kulantunkan sepotong doa kuresapi, kecerna, begitu hebat, berat , dan tangis tak kuasa memecah hening pagi itu.
gelap, mengalir deras butiran-butiran air mata, desah panjang ayat-ayat keesa-an menghiasi dan melengkapi pertemuaan itu.
kupanjatkan salam kesejahteraan diantara malaikat-malaikat malam.
kegelisahan masih membekas, kesalahan - kesalahan masih membayang. memanjatkan ampun kepada Tuhan Sang penguasa alam.
siang,
terik mentari pagi berbaur dengan panas menyengat hawa duniawi sepanjang perjalanan menuju tempat dirasah. MasyaAllah, bau asap mengepul dimana-mana. capek . berusaha menghindar dari pengemudi 'ngebut" , hampir saja. melaju kencang , sampai tikungan kampus dan sampai juga. alhamdulillah 15 menit diperjalanan melelahkan.
semua sudut jalan , sepi, hanya beberapa orang lulu lalang lewat keluar masuk gerbang fakultas. melirik jam 5 menit lagi masuk,,, larii...
huh, sampai di kelas.
teringat satu kata Pengasuh " disiplin ". dan aku sadar itu begitu penting. begitu penting waktu yang telah kita sia-siakan walau hanya sedetik.
mungkin Tuhan membukakan jalan untukku ,, menyadarkanku,mengingatkanku, Allahu Rabbi... begitu banyak kekurangannku menghargai waktu. hampir saja telat.
Malam tiba,
kembali mendesah melihat langit-langit ruang kamar asrama. sudah mulai berkurang suara-suara teriakan kawan-kawan yang terdengak sejak mata terbuka. meski masih sibuk mengotak-atik handphone, aku sempat terdiam. dan berpikir. berapa lama lagi aku berdiri menapakkan kaki di sini. berapa lama lagi harus menjalani hidup dengan setiap sistem yang kadang membuat kesal. begitu juga teman-teman. tapi,,,
kadang ada sisi benar jika dilihat, semuanya dikembalikan kepada diri masing-masing. semua ada hikmahnya. positif thinking, easy going aja lah... sesekali ingat perkataan teman.
mungkin saat inilah mulai harus mendongkrak hati supaya tetap up grade dan tetap mengopor-opori semangat untuk tetap membara. ان الله معنا. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita. jika kita selalu bersyukur dan mengingatnya Dia pasti akan selalu hadir memberikan rahmat dan hidayah-Nya .
keep our spirit on Islam,,, barakallahu fiiyaa wa fiikum
Sabtu, 04 Agustus 2012
Jangan takut jadi Jilbaber
Guys, jilbab loe katro banget’
“Kampungan”
“Gag gaul”
Tuh sebagian contoh yang sering terdengar di telinga para jilbaber atau orang yang berjilbab. Orang menganggap orang yang berjilbab itu “Ndeso”, “Katro”, “Jadul”, “Kampungan”, ya apalah…. Pokoknya yang nggak enak-enak dikeluarin semua. Padahal, nggak semuanya itu bener. Akibatnya banyak banget cewek-cewek yang tadinya pake’ jilbab rapi, eh… sekarang jadi pamer rambut. Rambutnya dimodel kayak ulet, ada yang kayak ekornya kuda. Bukannya itu yang harusnya dibilang katro, masa’ gayanya hewan diikuti. (He...he…) Naudzubillah….
Eit… Kalo kita liad en perhatiin lagi kata “Jadul”, “Katro”, “Ndeso”, de el el ada benernya juga lho… Jilbaber itu jadul dari anak” muda jaman sekarang, karena Islam itu eksis terus sampai akhir zaman. Ndeso mana bajunya anak muda sekarang? Kan pada kekurangan kain, nah kita rela beli bermeter” kain buat satu baju. Ya khan…? Katro’ karena kita nggak kenal gaya rambut kayak ekor kuda.
Tapi sobat muda, di zaman Reformasi yang kaya dengan perkembangan Tekhnologi dan Informasi ini, Kita sebagai jilbaber jangan mau ketinggalan dong! Jangan mikir ribet karena kita pake jilbab, kita jadi minder, nggak PeDe. nggak Cuma mereka-mereka aja kok yang bisa eksis, kita juga bisa!! Tuh liad sobat kita ASMA NADIA, dia jilbaber tapi namanya eksis dimana-mana dengan karya-karya dan karangan yang menarik. Inget tuh ceritanya pembela Tanah Air wanita dari Aceh yang bersikeras mempertahankan Jilbab mereka meski mereka dalam medan perang, Hebat khan….Nah selanjutnya giliran kita.
Barangkali kita yang punya bakat ahli teknisi bisa nyiptain nuklir buad ngebom Israel biar ancu. Jilbab ma gag jadi penghalang, mau jadi pramugari, jadi dokter, atau cita” yang lain, kita juga masih bisa pake’ jilbab kog…. Karena sebenarnya jilbab itu bukan penghalang buad kita, tapi pelindung buad kita.
Pelindung dari panasnya sinar matahari, pelindung dari rintikan hujan, pelindung dari sengatan hewan, en yang paling penting kita bisa terlindung dari tangan” jahil khususnya cowok” pinggiran jalan. Mereka nggak balan ngegoda cewek jilbaber karena mereka tahu, kita nggak bakalan ngegubris apalagi di ladeni….Ih...amid” de….
Nah mulai sekarang kagak usah susah kalian” yang berjilbab alias jilbaber. Cita” nggak bakal terbengkalai hanya karena jilbab yang kita gunakan tapi terjantung sama tekad en niat kita juga!!
Jadi katakana dan tancapkan dalam hatimu dan syiarmu di kalangan sobat muslimah.
“Don’t afraid to take veil in your idea and live”. Selamat berjuang dan libas anti jilbaber.
Kamis, 02 Agustus 2012
Ummi
ummi,,,
langkahmu tak selebar langkah ummun yang lain, bahkan tak selebar langkahku. tapi langkah kecilmu itu melahirkan sejuta harapan seluruh anak bangsa. aku tertegun sebagai anakmu, melihat semangat kuat yang mengalir di setiap detak nadimu. tak peduli anak siapa, kau angkat derajatnya, tak kau bedakan antara yang punya dan yang papa. bahkan aku kadang merasa iri atas apa yang kau berikan pada mereka. tak sebanding dengan yang kurasakan ketika waktu aku masih sangat belia. tapi kini aku mulai membuka mata, semua itu kau sembahkan untukku ,anakmu. demi agama, bangsa, dan sepeser rezeki untuk nafkah keluarga. membantu mengisi kekosongan kantong abah yang tiap bulan tak pernah sempurna. untuk memenuhi semua kebutuhan dan kebutuhanku.
ummi,,,
lelahmu kini menyadarkanku. sakitmu kini pun kurasakan membebaniku. bukan aku merasa berat karena engkau menyusahkanku, tapi karena aku tak mampu berbuat apa-apa. aku begitu malu tak sanggup membalas semua pengorbanan yang begitu nyata kau berikan padaku. sederet prestasi yang kumiliki mungkin sedikit membanggakanmu ,tapi tak ada artinya bagiku untuk kusembahkan padamu, ummi. dan hanya serangkai do'a-do'a yang selalu kupanjatkan pada-Nya agar engkau selalu berada dalam lindungan dan kasih-Nya.
terima kasih ummi,,,aku mencintaimu
langkahmu tak selebar langkah ummun yang lain, bahkan tak selebar langkahku. tapi langkah kecilmu itu melahirkan sejuta harapan seluruh anak bangsa. aku tertegun sebagai anakmu, melihat semangat kuat yang mengalir di setiap detak nadimu. tak peduli anak siapa, kau angkat derajatnya, tak kau bedakan antara yang punya dan yang papa. bahkan aku kadang merasa iri atas apa yang kau berikan pada mereka. tak sebanding dengan yang kurasakan ketika waktu aku masih sangat belia. tapi kini aku mulai membuka mata, semua itu kau sembahkan untukku ,anakmu. demi agama, bangsa, dan sepeser rezeki untuk nafkah keluarga. membantu mengisi kekosongan kantong abah yang tiap bulan tak pernah sempurna. untuk memenuhi semua kebutuhan dan kebutuhanku.
ummi,,,
lelahmu kini menyadarkanku. sakitmu kini pun kurasakan membebaniku. bukan aku merasa berat karena engkau menyusahkanku, tapi karena aku tak mampu berbuat apa-apa. aku begitu malu tak sanggup membalas semua pengorbanan yang begitu nyata kau berikan padaku. sederet prestasi yang kumiliki mungkin sedikit membanggakanmu ,tapi tak ada artinya bagiku untuk kusembahkan padamu, ummi. dan hanya serangkai do'a-do'a yang selalu kupanjatkan pada-Nya agar engkau selalu berada dalam lindungan dan kasih-Nya.
terima kasih ummi,,,aku mencintaimu
Minggu, 15 Juli 2012
UV
ya akhwati fillah
semangat pagi dan berkobarnya Imanmu semoga
selalu jadi jalan motivasi untuk meraih ridho-Nya.
Ya, akhwati tidakkah kalian
melihat matahari pagi ini tetap bersinar terang membayangi seluruh tubuh ini.
Ia tidak bosannya berada pada orbitnya untuk menjadi saksi seluruh tingkah
manusia.sebagai rahmat dari Allah SWT yang patut kita syukuri. Tapi kadang kita
masih saja mengeluh. Padahal pAllah tidak pernah membuat sesuatu yang sia-sia,
semua pasti ada manfaatnya.
Manfaat sinar matahari tanpa
kita rasa sebenarnya begitu besar. Bukan hanya bagi manusia, melainkan bagi
semua makhluk Allah. Buktinya, proses metamorphosis tumbuhan tidak akan
berjalan tanpa ada bantuan sianar matahari yang cukup. Hujan tidak akan terjadi
tanpa ada siklusnya yang tidak lain karena dibantu oleh sinar matahari. Begitu juga
bagi manusia. Untuk mengeringkan pakaian, Bahkan sekarang bisa jadi salah satu
sumber energy listrik yang mulai dikembangkan diberbagai Negara. Dan masih
banyak lagi .
Nah,perlu diketahui pula bahwa
matahari memiliki juga peran untuk merangsang tubuh dalam menghasilkan vitamin
D yang berfungsi untuk memetabolisasi kalsium untuk membentuk tulang kuat. Hal ini
yang menyatakan bahwa berjemur di pagi hari itu baik, karena pada saat itulah
sinar UV matahari mulai merangsang vitamin D dalam tubuh kita. Semakin banyak
vitamin D yang diserap tubuh kita melalui sinar matahari, semakin kuat pula
tulang dalam tubuh kita.
Namun ,perlu diperhatikan
sinar matahari kurang baik jika terlalu berlebihan diserap oleh tubuh. sinar
matahari tersusun dari sinar ultraviolet memiliki dua bagian ,yaitu radius A
dan radius B. Ini yang biasa disebut UVA dan UVB. Dua bagian ini jika diserap secara berlebihan
oleh tubuh akan menjadi efek negative bagi tubuh.
Salah satu efeknya dapat merusak
bagian kutila rambut ,bagian terluar dari rambut. Bagian ini sangat rawan jika
terkena sinar matahari. Apalagi jika terpapar secara langsung tanpa ada lapisan
pelindungnya. nah pengaruh ini yang menjadi penyebab gangguan dan masalah pada
rambut kita. penuaan rambut yang cepat, rambut bercabang, hilangnya zat-zat
dalam rambut,kulit kepala cepat lembab, rambut rontok, ketombe dan sebagainya,
itu yang sering menjadi keluhan. Keluhan-keluhan itu salah satunya
disebabkan oleh efek berlebihan dari sinar matahari.
nah, bagaimana jika itu sudah terjadi ? bingung
?
sebagai wanita tentu itu jadi
masalah besar apalagi berhubungan dengan penampilan. berapa pun biaya bahkan
dikerahkan untuk melakukan perawatan di salon-salon kecantikan terkenal hanya
untuk masalah rambut. Berbagai merek sampho ,condisioner dan lotion lainnya
ditawarkan dipasaran. Kalo untuk yang banyak uang saya rasa itu tidak masalah,
tapi tidak berlaku buat kita-kita yang kantongnya tipis. Lha, terus gimana dunk
?
ya akhwatii, tak usahlah kita
bingung. Ada jalan praktis yang bisa jadi satu jalan untuk mengatasinya. Tetap pakai
shampoo atau lotion rambut yang biasa kalian kenakan dan yang paling penting
jangan biarkan rambut atau kulit kepalamu langsung bersentuhan dengan matahari.
Contohnya pakai tudung kepala, topi atau jilbab (bagi yang belum mengenakannya).
ini juga kesempatan baik bagi kita semua ya akhwatii fillah yang tetap
istiqomah menjalankan syariat-Nya dengan mengenakan jilbab, maka perbaikilah
dan lebih sempurnakan jilbab itu. Maka , tidak ada salahnya bukan , syariat Allah
memerintahkan para wanita muslim untuk mengenakan jilbab, karena Allah tahu itu
bermanfaat bagi mereka.
Semoga dengan semua itu lebih
meningkatkan rasa syukur kita, dengan diciptakannya matahari yang selalu
mengiringi hari-hari kita. Begitu juga syukur kita diberi hidayah menjadi
seorang muslim yang selalu berusaha menjadi yang lebih baik daan istiqomah di
jalan-Nya.
Semoga bermanfaat . ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)
