Kamis, 27 Desember 2012

Belajar dari Petani

perjalanan hidup yang telah berada dalam rencana-Nya memang begitu teratur. sesuai dengan karakterku yang berusaha ingin menjadi pribadi yang teratur ^-^.

sepanjang jalan kunikmati jajaran persawahan yang mulai menghijau dan tumbuh dengan tenang. petani-petani berbondong-bondong menyusuri jalan setapak di tepian sawah, menyandang alat sederhana ,cangkul dan sabitnya. Di pandangan lain mereka berjajar mengayuh sepeda menyambut mentari pagi yang mulai menyingsing. Hembusan angin sepoi-sepoi ,suasana pedesaan begitu terasa. setelah beberapa bulan merasakan hawa kota yang menyengat, inilah saatnya menyegarkan diri ( pikirku). 
Memperhatikan setiap petak sawah yang terbentang luas di sepanjang poros jalan membuatku kagum, tertegun, begitu segar mata ketika melihatnya. Rasanya ingin turun dan menghabiskan waktu pagi itu di antara suasana indah itu, seraya membayangkan sedang berada di kampung halaman. masya Allah ,, ini kuasa-Mu aku rindu kampungku ( namun ku tepis).
Kupejam mata sejenak di tengah-tengah konsentrasiku memperhatikan hijaunya pelataran daerah itu. aku mulai merenung, betapa dari hal sekecil apapun di sana aku mendapat satu pelajaran berharga. betapa tidak, apakah kita selama ini pernah memikirkan bagaimana para petani menanam padi di lahan taninya ,hingga dapat terlihat rapi dan sejuk dipandang mata dan kita dapat mersakan hasilnya sebagai makanan pokok kita sehari-hari ? sebuah pertanyaan sederhana , yang seharusnya menggugah kita bahwa sebuah hal kecil itu memiliki makna.  
Ku katakan demikian , bahwa para petani menanam benih-benih padi itu tidak serta merta lepas dari sekecil-kecilnya ilmu. meskipun mereka mayoritas masyarakat yang tak mengenyam pendidikan ,namun, perhatian dan ketelitian. ilmu yang mereka dapat memang bukan di dapat dari kegiatan formal seperti para ilmuwan hebat di zaman ini. tapi dengan kepiawaian mereka dari sebuah pengalaman yang memberikan kontribusi  besar bagi kehidupan masyarakat. 
para petani juga akan kesusahan jika mereka salah dalam melakukan teknik penanaman, hasil panen gagal . begitu juga jika perawatan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan ukurannya. sehingga mereka tahu betul bagaimana agar dapat mendapatkan hasil yang baik. jika disimpulankan , bahwa ketelitian dan kesungguhan lah yang mendorong para petani bekerja untuk menghasilkan produk yang baik. 
tetapi, apakah kita pernah berpikir mengapa kita hanya tinggal diam, padahal kita mendapat kesempatan mengenyam pendidikan selama bertahun-tahun ,dan justru lebih banyak menyia-nyiakan ilmu yang di dapatkan. tak ada yang bisa kita berikan untuk kehidupan ini kecuali hanya dengan materi yang kita miliki. malah, sekarang seakan pendidikan di zaman ini hanya menjadi sebagai formalitas derajat di hadapan sesama manusia, bukan bagaimana seseorang menjadi manusia produktif. padahal kesempatan begitu besar di hadapkan kepada kita.
tentu jika dibandingkan dengan para petani yang hanya berbekal tahu saja kita para pelajar memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dari mereka , tapi fakta telah mebalikkannya. bahkan kita menganggap remeh orang-orang kecil di sekitar kita , padahal kadang tanpa kita sadari mereka memiliki banyak jasa bagi masyarakat di sekitarnya. 
maka, sebagai orang berilmu tak sepantasnya kita menyai-nyiakan bekal ilmu itu hanya untuk merendahkan orang lain. dan ketahuilah bahwa segala sesuatu itu butuh ilmu, meskipun hanya di dapat dari hal paling kecil sekalipun. 
semoga kita termasuk orang -orang yang beruntung dan bermanfaat wahai orang-orang yang berilmu. :)
kini kumemulai dengan sedikit menghela nafas. rasa bosanku mulai hadir .  ingin melepaskan lelah ini bersama mata-mata hening yang menunggu di belahan seberang jalan. tangan ini mengering, mengharap belaian kasih yang dulu sempat kusemai. sepi, tergambar dalam malam-malam gelapku. raut muka penuh rindu melambaikan jemari-jemarinya mengharap kusentuh dan kupegang erat. 
senyuman, tawa, air mata bisa kurasakan jika aku merasakan perjuangan melawan hamparan kering dedaunan dakwah yang semakin tersingkap. ku tahu kawan perjuangan kalian di sana begitu berat. aku pun begitu. namun, dengan sebongkah tekad mengabdi untuk negeri, agama dan umat yang mennanti di masa kelam ini membawa langkah kita tuk tegar, ikhlas dan kuat menghadapinya. 
jangan berhenti di jalan ini kawan, bawalah cita-cita suci ini dalam perjuangan abadi hingga hembusan nafas terakhirmu.