Sabtu, 04 Agustus 2012

Jangan takut jadi Jilbaber

Guys, jilbab loe katro banget’
“Kampungan”
“Gag gaul”
    Tuh sebagian contoh yang sering terdengar di telinga para jilbaber atau orang yang berjilbab. Orang menganggap orang yang berjilbab itu “Ndeso”, “Katro”, “Jadul”, “Kampungan”, ya apalah…. Pokoknya yang nggak enak-enak dikeluarin semua. Padahal, nggak semuanya itu bener. Akibatnya banyak banget cewek-cewek yang tadinya pake’ jilbab rapi, eh… sekarang jadi pamer rambut. Rambutnya dimodel kayak ulet, ada yang kayak ekornya kuda. Bukannya itu yang harusnya dibilang katro, masa’ gayanya hewan diikuti. (He...he…) Naudzubillah….
     Eit… Kalo kita liad en perhatiin lagi kata “Jadul”, “Katro”, “Ndeso”, de el el ada benernya juga lho… Jilbaber itu jadul dari anak” muda jaman sekarang, karena Islam itu eksis terus sampai akhir zaman. Ndeso mana bajunya anak muda sekarang? Kan pada kekurangan kain, nah kita rela beli bermeter” kain buat satu baju. Ya khan…? Katro’ karena kita nggak kenal gaya rambut kayak ekor kuda.
     Tapi sobat muda, di zaman Reformasi yang kaya dengan perkembangan Tekhnologi dan Informasi  ini, Kita sebagai jilbaber jangan mau ketinggalan dong! Jangan mikir ribet karena kita pake jilbab, kita jadi minder, nggak PeDe. nggak Cuma mereka-mereka aja kok yang bisa eksis, kita juga bisa!! Tuh liad sobat kita ASMA NADIA, dia jilbaber tapi namanya eksis dimana-mana dengan karya-karya dan karangan yang menarik. Inget tuh ceritanya pembela Tanah Air wanita dari Aceh yang bersikeras mempertahankan Jilbab mereka meski mereka dalam medan perang, Hebat khan….Nah selanjutnya giliran kita.
 Barangkali kita yang punya bakat ahli teknisi bisa nyiptain nuklir buad ngebom Israel biar ancu. Jilbab ma gag jadi penghalang, mau jadi pramugari, jadi dokter, atau cita” yang lain, kita juga masih bisa pake’ jilbab kog…. Karena sebenarnya jilbab itu bukan penghalang buad kita, tapi pelindung buad kita.
   Pelindung dari panasnya sinar matahari, pelindung dari rintikan hujan, pelindung dari sengatan hewan, en yang paling penting kita bisa terlindung dari tangan” jahil khususnya cowok” pinggiran jalan. Mereka nggak balan ngegoda cewek jilbaber karena mereka tahu, kita nggak bakalan ngegubris apalagi di ladeni….Ih...amid”  de….
   Nah mulai sekarang kagak usah susah kalian” yang berjilbab alias  jilbaber. Cita” nggak bakal terbengkalai hanya karena jilbab yang kita gunakan tapi terjantung sama tekad en niat kita juga!!
   Jadi katakana dan tancapkan dalam hatimu dan syiarmu di kalangan sobat muslimah.
   “Don’t afraid to take veil in your idea and live”. Selamat berjuang dan libas anti jilbaber.

Kamis, 02 Agustus 2012

Ummi

ummi,,,
langkahmu tak selebar langkah ummun yang lain, bahkan tak selebar langkahku. tapi langkah kecilmu itu melahirkan sejuta harapan seluruh anak bangsa. aku tertegun sebagai anakmu, melihat semangat kuat yang mengalir di setiap detak nadimu. tak peduli anak siapa, kau angkat derajatnya, tak kau bedakan antara yang punya dan yang papa. bahkan aku kadang merasa iri atas apa yang kau berikan pada mereka. tak sebanding dengan yang kurasakan ketika waktu aku masih sangat belia. tapi kini aku mulai membuka mata, semua itu kau sembahkan untukku ,anakmu. demi agama, bangsa, dan sepeser rezeki untuk nafkah keluarga. membantu mengisi kekosongan kantong abah yang tiap bulan tak pernah sempurna. untuk memenuhi semua kebutuhan dan kebutuhanku.
ummi,,,
lelahmu kini menyadarkanku. sakitmu kini pun kurasakan membebaniku. bukan aku merasa berat karena engkau menyusahkanku, tapi karena aku tak mampu berbuat apa-apa. aku begitu malu tak sanggup membalas semua pengorbanan yang begitu nyata kau berikan padaku. sederet prestasi yang kumiliki mungkin sedikit membanggakanmu ,tapi tak ada artinya bagiku untuk kusembahkan padamu, ummi. dan hanya serangkai do'a-do'a yang selalu kupanjatkan pada-Nya agar engkau selalu berada dalam lindungan dan kasih-Nya.
terima kasih ummi,,,aku mencintaimu